Kamis, 12 Agustus 2010 16:20 WIB News Share :

Mabes Polri tunggu data Kemlu

Jakarta–Mabes Polri mengaku belum mendapat informasi terkait WNI yang ditangkap Kepolisian Malaysia terkait terorisme. Polri masih menunggu data dari Kementerian Luar Negeri.

“Soal itu kita belum dapat datanya. Bareskrim masih koordinasi dengan Deplu,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (12/8).

Polri mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan WNI berusia 34 tahun yang memiliki nama Mustawan Ahbab itu. Termasuk menyelidiki apakah  Mustawan masuk dalam jaringan DPO teroris Indonesia.

“Ini masalah warga negara luar negeri dan itu dilaporkan duta besar ke Deplu. Kita tunggu rilis Deplu,” imbuhnya.

Seperti diberitakan kantor berita Malaysia Bernama dan dilansir The Star, Kamis (12/8) Mustawan yang ditangkap di Bukit Indah, Ampang, Selangor, pada Rabu (11/8) diduga terkait langsung dengan jaringan Aceh.

Mustawan juga berprofesi sebagai marketing executive di suatu perusahaan.

Sedangkan 2 warga negara Malaysia lain yang ikut ditangkap adalah Sheikh Abdullah Sheikh Junaid, 70, yang menjadi managing director di perusahaan yang sama yang tak disebutkan namanya itu. Sementara Samsul Hamidi, 34, disebutkan sebagai kontraktor.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…