Kamis, 12 Agustus 2010 10:57 WIB News Share :

Ibu ajak anak bakar diri, akhirnya Lindu Aji susul ibu dan adik

Yogyakarta–Akibat luka bakar yang dideritanya cukup parah, Lindu Aji, 4, salah satu bocah yang diajak bakar diri oleh ibunya, akhirnya meninggal dunia. Lindu Aji menyusul ibu, Khoir Umi Latifah, dan adiknya Dwi Arya Saputra,2,5 tahun yang telah meninggal terlebih dahulu.

Informasi yang dihimpun, Lindu Aji meninggal, Kamis (12/8) dini hari di RS Sardjito Yogyakarta. Bocah malang itu meninggal dunia selang beberapa jam setelah adiknya, Dwi Arya Saputra, meninggal dunia pada pukul 21.10 WIB, Rabu (11/8).

“Korban meninggal akibat luka bakar yang cukup parah dan kerusakan jantung serta paru-paru. Jenazahnya sudah dibawa pulang dan langsung dimakamkan,” kata Sunaryo, kerabat korban dari Dusun Ori, Papringan, Catur Tunggal, Depok, Sleman.

Menurut Sunaryo, jenazah Lindu Aji dimakamkan satu lubang bersama adiknya di pemakaman Umum Dusun Ori. Letak makam keduanya berdampingan dengan makam sang ibunda, Umi Latifah.

Sunaryo menambahkan, Slamet, 30, suami dari Umi Latifah, ikut menghadiri proses pemakaman kedua buah hatinya tersebut. Slamet terlihat sangat terpukul dengan kematian istri dan dua anaknya. Terlebih, ketiganya meninggal dengan cara yang tragis.

Sebelumnya diberitakan Khoir Umi Latifah, 25, warga Buyengan, Klaten, nekat mengajak dua anaknya yang masih Balita bakar diri. Diduga kuat, Umi nekat bunuh diri akibat depresi karena tidak kuat menanggung himpitan ekonomi yang membelit kehidupan rumah tangganya.

Dugaan tersebut berdasarkan surat yang ditulis Umi untuk suaminya Slamet. Dalam suratnya, Umi yang bekerja sebagai penjaga rumah kos Wisma Perkutut, Gang Ori II, No 16 B Papringan, Catur Tunggal, Depok, Sleman ini meminta sang suami melunasi utang-utangnya kepada seseorang.

“Mas aku njileh duit Mbak Turiyah Rp 20.000, sok nek duwe duit, tolong dibalekno yo (mas aku meminjam uang kepada Mbak Turiyah Rp 20.000. Besok kalau punya uang, tolong dikembalikan ya),” kata Umi dalam suratnya.

dtc/rif

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…