Kamis, 12 Agustus 2010 18:15 WIB Sragen Share :

Bendungan Kedung Kancil hanya dapat berfungsi 33%

Sragen (Espos)–Bendungan Kedung Kancil, Desa Sunggingan, Kecamatan Miri saat ini hanya sekitar 33% luas bendungan yang dapat difungsikan untuk menampung air. Sedimen di bendungan mencapai 60% lebih.

Informasi yang dihimpun Espos, di lokasi, sebagian besar permukaan bendungan memang tertutup sedimen alias endapan. Warga bahkan leluasa berjalan di atas bendungan lantaran tertutup sedimen.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sunggingan, Miri, Suhardi menerangkan tingginya endapan yang mencapai dua per tiga volume bendungan memang sangat disayangkan.
Pasalnya, air dari bendungan itu sebenarnya sangat diharapkan para petani yang menggarap lahan di sekitar bendungan. Dengan kondisi sepertiga bendungan yang masih berfungsi, menurutnya, hanya delapan hektar lahan pertanian di Desa Sunggingan yang dapat dialiri.

“Endapan sudah sampai 2/3 bagian. Memang kondisinya begitu. Jadi hanya delapan hektar lahan di desa kami yang bisa dapat air. Kebanyakan ditanami palawija, jenis jagung atau kacang. Itupun petani harus nyedot karena permukaan air lebih rendah dari pada lokasi sawah,” papar Suhardi, saat dijumpai <I>Espos<I>, di kantor desa setempat, Kamis (12/8).

tsa

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…