Kamis, 12 Agustus 2010 15:53 WIB Karanganyar Share :

2010, kasus keracunan makanan meningkat

Karanganyar (Espos)–Kasus keracunan makanan selama delapan bulan pertama tahun 2010 mengalami peningkatan di Kabupaten Karanganyar. Sampai dengan awal Agustus lalu, tercatat tiga kasus keracunan makanan dengan korban sekitar 80-an orang.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Fatkhul Munir, kepada wartawan menjelaskan ketiga kasus itu masing-masing di Kecamatan Jenawi, Jaten, serta Tasikmadu. Kejadian terakhir diketahui berlangsung di Desa Ngijo, Tasikmadu, akhir pekan lalu, dengan korban sebanyak 43 orang.

“Untuk yang Ngijo, dari korban 43 orang, sempat ada beberapa yang harus dirawat di RSUD dr Kartini dan PKU Muhammadiyah, namun saat ini semua telah kembali sehat. Terakhir hari Selasa (10/8), semua pasien boleh pulang,” terangnya ditemui di ruang kerjanya Kamis (12/8).

Fatkhul Munir mengatakan, peristiwa keracunan di Desa Ngijo terjadi pada Sabtu (7/8) lalu, berawal dari pesta hajatan di rumah salah seorang warga. Para korban mulai mengalami gejala keracunan petang harinya sekitar pukul 19.00 WIB. Menurutnya, kejadian serupa sebelumnya berlangsung di Desa Brujul Kecamatan Jaten, Maret lalu, dengan korban sebanyak 36 orang.

Dikemukakan, dengan adanya tiga kasus tersebut, angka atau kasus keracunan makanan tahun 2010 mengindikasikan  adanya peningkatan. “Sampai dengan bulan Agustus sudah ada tiga kasus keracunan, jadi memang ada gejala atau indikasi peningkatan. Terutama dari sisi korban yang semakin banyak,” ujarnya.

try

Lowongan Pekerjaan
SMP-SMA INSAN CENDEKIA SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…