Rabu, 11 Agustus 2010 19:31 WIB News Share :

Terlilit utang Rp20.000, ibu ajak dua anaknya pati obong

Oleh Tri Wahyu Utami
Harian Jogja

Impitan ekonomi yang dialami, kerap membuat orang kehilangan akal sehat. Seperti ulah nekat yang dilakukan seorang ibu rumah tangga bernama Choiri Umi Latifa, 25, wanita asal Klaten, Jawa Tengah, yang tinggal di Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Gara-gara terjerat utang Rp20.000, Umi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri, Rabu (11/8). Ironisnya, Umi nekat membakar diri dengan mengajak serta kedua anaknya yang masib berusia balita, LA, 3,5 dan Dw 2,5, di kamar mandi rumah kontrakannya.

Nahas, Choiri Umi tewas seketika akibat luka bakar yang dialaminya, sementara kedua anaknya berhasil diselamatkan, meski mengalami luka bakar serius. Hingga Rabu petang, kondisi LA dan Dw yang mengalami luka bakar 50% masih kritis dan dirawat di RSUP Dr Sardjito, Jogja.

Salah satu saksi mata yang juga tetangga korban, Tina, saat ditemui Harian Jogja mengatakan, pada Rabu (11/8) sekitar pukul 08.00 WIB, korban masih terlihat memandikan kedua anaknya. Namun beberapa saat kemudian, Tina mendengar bunyi seperti ledakan dari arah kamar mandi korban.

Tina yang sedang memasak di dapur langsung berlari dan menggedor kamar mandi yang dikunci dari dalam. Lantaran panik, iapun langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi polisi.

Saat itu, suami korban bernama Slamet yang bekerja sebagai penjual es krim belum lama meninggalkan rumah. “Saya dengar bunyi dorr, lalu saya lari ke kamar mandi,” ujarnya.

Masih menurut Tina, sehari sebelum kejadian, dia sempat melihat korban terlibat percekcokan dengan suaminya. Percekcokan itulah yang diduga menjadi penyebab korban nekat bunuh diri.
Hanya, keterangan itu ditepis oleh pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan, polisi menemukan surat wasiat yang ditulis korban untuk suaminya.

Surat tersebut menyatakan korban memiliki utang kepada tetangganya bernama Turiah sebesar Rp20.000 dan meminta suaminya untuk membayar utang itu. Dari surat itulah, polisi meyakini korban melakukan aksi nekad itu lantaran terhimpit utang.

“Dari pemeriksaan, kemungkinan besar bunuh diri ini bukan diakibatkan oleh percekcokan,” ujar Kapolsek Depok Barat, AKP Andreas Dedi Wijaya saat ditemui di lokasi kejadian.

Beberapa saat setelah kejadian, suami korban, Slamet, yang dijemput tetangganya di tempat dia bekerja, langsung terlihat syok dengan kejadian itu. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia langsung masuk ke dalam kamar dan  menutup pintu dengan keras. Sedangkan para warga terus berusaha menenangkan Slamet agar tidak melukai dirinya sendiri.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Turiah membenarkan jika korban memang pernah meminjam uang kepadanya beberapa bulan yang lalu. Dia juga menyesalkan mengapa Choiri Umi nekat bunuh diri hanya lantaran memiliki utang. Turiah sendiri mengaku telah mengikhlaskan pinjaman yang tidak seberapa itu.

“Saya sudah ikhlas kok, tidak dikembalikan juga tidak apa-apa,” terangnya.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Sibuk Main Ponsel, Perempuan Ini Jatuh dari Jembatan Penyeberangan

Sebuah kisah tragis menimpa perempuan Tiongkok yang terlalu sibuk bermain ponsel saat berada di jembatan penyeberangan. Solopos.com, SUZHOU – Penggunaan ponsel yang berlebihan bisa berbahaya. Hal ini terbukti pada perempuan asal Kota Anhui, Shuzou, Tiongkok. Perempuan yang tak diungkap identitasnya…