Rabu, 11 Agustus 2010 14:35 WIB News Share :

ICW
Pimpinan KPK jangan dari kepolisian dan kejaksaan

Jakarta–Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat, calon pimpinan KPK mendatang seharusnya tidak berasal dari institusi kepolisian maupun kejaksaan karena rekam jejak kedua institusi itu buruk dalam memberantas praktik korupsi.

Hal itu disampaikan aktivis ICW Febridiansyah saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema “Mencari Ketua KPK Berani Mati” di ruang wartawan DPR Jakarta, Rabu (11/8). Menurut Febridiansyah secara historis, pembentukan KPK itu akibat dari tidak efektifnya kejaksaan dan polisi melakukan pemberantasan korupsi.

“Kedua institusi itu dinilai telah gagal melakukan pemberantasan korupsi sehingga masuk akal apabila sosok pimpinan KPK mendatang bukan orang-orang yang berasal dari kejaksaan ataupun kepolisian,” ujarnya.

Dikatakannya pula bahwa saat ini pun masyarakat menyaksikan secara gamblang “kebobrokan” rezim kepolisian saat ini dengan “terkuaknya “rekening-rekening gendut petinggi Polri.

Oleh karena itu, menurut Febridiansyah, sosok pimpinan KPK seharusnya memenuhi kriteria tidak saja “berani mati ” tetapi juga benar-benar memiliki komitmen untuk membongkar berbagai praktik kolusi dan korupsi di lingkungan penegak hukum itu.

Sementara anggota DPD asal Bali Wayan Sudirta yang juga menjadi pembicara mengatakan bahwa integritas calon pimpinan KPK merupakan hal yang harus disoroti secara mendalam dan hal tersebut bisa ditelusuri dari berbagai aspek, diantaranya mencermati harta kekayaan yang dimilikinya saat ini.

Menurut Wayan yang juga kandidat pimpinan KPK dan telah dinyatakan lolos tingkat panitia seleksi, tidak mungkin KPK bisa bekerja dengan baik apabila orang-orang yang ada di dalamnya tidak bersih.

“Kalau seorang pimpinan KPK tidak punya pengalaman ikut memberantas korupsi, maka ia akan mudah dibohongi staf-stafnya sehingga barang bukti juga mudah menguap,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…