Rabu, 11 Agustus 2010 01:41 WIB Sukoharjo Share :

Bensin keruh ditemukan di Kartasura

Sukoharjo (Espos)--Sejumlah penjual bensin eceran di kawasan Kartasura, Sukoharjo mempertanyakan kualitas bahan bakar bersubsidi yang mereka beli dari SPBU setempat, karena menurut mereka warnanya sangat keruh.

Selain cairan yang keruh dan banyak menimbulkan endapan di dalam botol, para pengecer juga menilai ada perubahan bau pada bensin. Bau bensin, menurut penuturan sejumlah pengecer hampir menyerupai bau balon karet. Para pengecer khawatir, bensin tersebut bisa berdampak negatif pada mesin kendaraan.

Seperti disampaikan salah satu pengecer bensin di Jl Slamet Riyadi 227, Ngadirejo, Kartasura, Tommi Tumawang.

Saat ditemui Espos di kiosnya, Selasa (10/8), Tommi mengatakan pekatnya bensin yang ia beli dari SPBU Jatiurip Kartasura sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Ia mengaku sudah menyampaikan keluhan ke SPBU untuk disampaikan ke Pertamina, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan.

“Saya sudah tunjukkan ke SPBU salah satu botol bensin yang endapannya mencapai kisaran 2 centimeter. Bagi saya, perubahan ini sangat kentara, karena selama empat tahun saya berjualan bensin tidak pernah mengalami hal semacam ini,” tutur Tommi.

Dengan adanya kekhawatiran itu, Tommi banyak menyarankan kepada calon pembeli untuk tidak memakai bensin dulu.

“Masak bensin seperti ini mau tetap saya jual, takutnya nanti mesin kendaraan mudah rusak.” Bahkan, secara pribadi Tommi sudah mengganti bahan bakar kendaraan pribadinya menjadi pertamax.

Senada disampaikan pengecer lainnya di kawasan Kartasura, Gaus. Pihaknya juga mengalami hal yang sama selama sepekan terakhir.

“Bensin yang saya jual sekarang sudah sedikit jernih. Sepekan lalu, endapannya bisa langsung saya pisahkan dari bensinnya, saking banyaknya endapan.” Ia sendiri, tidak mau menjual bensin yang keruh. “Kalau ada yang keruh saya endapkan dulu, baru yang jernih saya jual,” ujar pria yang sudah lima tahun menjadi pengecer bensin.

Gaus mengatakan, meskipun kualitas bensin saat ini lebih keruh, pihaknya belum pernah mendapat keluhan dari pembeli.

Terpisah, Pengawas SPBU Jatiurip Kartasura, Satriyo, mengatakan sudah menerima komplain dari pengecer terkait kualitas bensin yang saat ini dijual.

“Tapi, dari keterangan yang saya terima dari Pertamina kualitas bahan bakar itu sangat layak untuk dipakai kendaraan. Lagi pula, Pertamina tidak mungkin jual bensin yang kualitasnya tidak baik. Sampai saat ini pun, kami belum dapat keluhan dari pengguna,” tutur Satriyo.

Dimintai konfirmasi, Assistant Manager External Relation PT Pertamina Region Jateng-DIY, Heppy Wulansari, mengatakan dari sisi Pertamina akan sulit menindaklanjuti jika bahan bakar tersebut sudah berada di tingkat pengecer. Pertamina bisa cek jika kualitas premium di SPBU yang dikeluhkan.

haw

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Tirtakencana tatawarna, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…