Rabu, 11 Agustus 2010 10:11 WIB Internasional Share :

AS tambah dana US$ 20 juta untuk korban banjir Pakistan

Washington— Pemerintah Amerika Serikat (AS) pun mengumumkan tambahan dana sebesar US$ 20 juta untuk membantu para korban banjir dahsyat dan terburuk dalam kurun waktu 80 tahun. di Pakistan.

Dengan tambahan tersebut maka jumlah dana yang dijanjikan pemerintah AS sejauh ini mencapai US$ 55 juta untuk upaya penanggulangan banjir di Pakistan.

Selain itu helikopter-helikopter militer AS juga telah dikerahkan untuk mengangkut para korban selamat yang terjebak di daerah-daerah banjir.

“Ini pertanda komitmen berkelanjutan kami seiring drama ini terus terjadi. Sangat penting untuk diingat bahwa ini bukan cuma krisis kemanusiaan mendesak,” kata pejabat senior Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Dan Feldman saat mengumumkan bantuan tambahan tersebut.

“Ini lebih ke isu jangka sedang dan panjang menyangkut keamanan pangan, infrastruktur ekonomi dan kebutuhan-kebutuhan yang akan terus berlangsung selama berbulan-bulan, jika tidak bertahun-tahun,” imbuh Feldman seperti dilansir Reuters, Rabu (11/8).

Banjir dahsyat yang melanda Pakistan tersebut telah menewaskan sekitar 1.600 orang dan berdampak pada lebih dari 14 juta jiwa lainnya. Banjir ini telah memusnahkan panen dan ternak. Ratusan jalan dan jembatan telah hancur diterjang banjir.

Banyak warga Pakistan mengkritik respons pemerintah Pakistan yang dianggap lamban menangani krisis ini. Kemarahan warga lebih-lebih diarahkan ke Presiden Pakistan Asif Ali Zardari yang telah memilih untuk terus melakukan kunjungan Eropa-nya daripada segera kembali ke negaranya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…