Rabu, 11 Agustus 2010 20:31 WIB Sport Share :

2 Pesilat Wonogiri berprestasi di nasional

Wonogiri (Espos)–Dua pesilat Wonogiri, yakni Desi Natalia dan Bima Nur Wahid berprestasi di ajang nasional di kelas berbeda. Keduanya, Selasa kemarin dihadapkan kepada Ketua Pengkab IPSI Wonogiri, H Suprapto dan Kepala Disdik Wonogiri, H Suparno.

Desi meraih medali perak pada ajang Pospenas (Pondok Pesantren Nasional) 3-11 Juli lalu dan Bima Nur Wahid, runner up dan lolos pada Popnas 2010 mendatang. Bima Nur, pelajat SMK Panxasila 3 Baturetno pada ajang Polwil III Indonesia 25-31 Juli kalah dengan pesilat Bali.
Pernyataan itu didampaikan pelatih Eko “Anaknaga” kepada Espos, Rabu (11/8). “Pada Popwil III diikuti pesilat dari enam provinsi, yakni Jateng, DIY, Bali, Banten,Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Juara dan runner up berhak maju ke Popnas 2011 di Riau mendatang,” ujar Eko.

Pesilat Bima mengaku senang pada olahraga silat sejak kelas 3 SMP. Sejak itu, prestasi pun diukirnya, yakni meraih medali perak pada Kejurda 2009 dan juara I seleksi Kejurda pelajar di PPLP, Gonilan, Sukoharjo. Sedangkan pesilat asal Ponpes Syarif Hidayatullah, Tandon, Pare, Selogiri, Wonogiri, Desi menyatakan kesenangannya pada silat dilakukan sejak kelas 1 SMK.
“Awalnya, hanya penasaran sehingga saat di sekolah ada ekstra silat saya ikut. Ternyata asyik dan menyenangkan.”

Karena ketekunannya itu, berbagai prestasi diukir dara kelahiran 25 Desember 1992. Di antaranya juara II perak pada Pospenas di Surabaya. 2006 di POPDA Soloraya meraih juara II.

tus

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…