Selasa, 10 Agustus 2010 13:57 WIB Pendidikan Share :

Program RSBI dan SBI jalan terus

Solo (Espos)

Pemerintah tetap mempertahankan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) maupun Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Hal ini menyusul tidak adanya temuan masalah sesuai hasil evaluasi sementara yang dilakukan Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementrian Pendidikan Nasional. Dirjen Managemen Dikdasmen Prof Suyanto PhD kepada wartawan ditemui di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (10/8) mengatakan hingga saat ini evaluasi tentang program RSBI dan SBI masih berjalan, namun hasil sementara menunjukkan tidak ada temuan masalah dalam program tersebut.

“Program RSBI/SBI hanya terstigmasi di kalangan masyarakat saja, tapi orangtua tidak ada masalah. Paling cuma ada satu RSBI yang mahal, lainnya banyak kok yang gratis,” ujarnya.

Suyanto mengatakan ada empat variabel evaluasi program RSBI/SBI. Keempat variabel ini adalah proses rekrutmen harus tidak berdasarkan daya bayar, penyediaan sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik sesuai ketentuan berlaku, tata kelola sekolah yang transparan dan akuntabilitas serta evaluasi prestasi akademik sekolah. Evaluasi ini dilakukan untuk menjawab kecemasan serta keresahan masyarakat tentang pelaksanaan program RSBI/SBI.

“Banyak yang menuding RSBI/SBI mahal, diskriminatif, menciptakan kastanisasi dan sebagainya. Padahal tidak benar,” tegasnya.

Suyanto menilai selama ini tudingan mahal hanya ditemukan di Jakarta saja. Sedangkan daerah lain tidak ada. Itupun, kata dia, bukan RSBI/SBI melainkan sekolah internasional. Menurutnya, hal itu wajar karena sekolah dengan program RSBI/SBI harus membeli lisensi kurikulum seperti dari Cambridge University. Meskipun, dia menambahkan masih banyak RSBI/SBI yang gratis dan tidak pernah tercovermedia.

isw

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…