Selasa, 10 Agustus 2010 01:09 WIB Hukum Share :

Pengamanan difokuskan di perbatasan Solo-Sukoharjo

Solo (Espos)--Pola pengamanan dan pengawasan pasca penangkapan Ustad Abu Bakar Ba’asyir mulai difokuskan di kawasan perbatasan Solo-Sukoharjo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos di internal Polresta Surakarta,pola pengamanan dan pengawasan itu pada lokasi Pondok Al-Mukmin yang kebetulan berada di Ngruki, Sukoharjo.

Setidaknya, sejumlah anggota, baik dari intel ataupun reskrim mulai disiagakan di kawasan tersebut guna menanggulangi berbagai persoalan yang tidak diinginkan, seperti terjadi keributan.

Saat disinggung tentang masih tidaknya proses penyisiran Densus 88 di Solo setelah penangkapan ABB, Kombes Pol Nana Sudjana enggan mengomentari hal tersebut.

Di sisi lain, pihaknya menjanjikan akan terus menjaga Kamtibmas di Solo, penindakan tegas di bidang hukum bagi yang melanggar, dan melayani masyarakat secara baik dan benar.

“Segala persoalan yang ada kaitannya dengan Densus 88 adalah urusan Mabes Polri. Hal itu sudah jelas hanya satu pintu. Selebihnya, kami hanya mengamankan situasi di kawasan Solo,” kata dia.

Dia mengemukakan pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan dan pengawasan terhadap munculnya potensi konflik di Solo.

“Ya, kan bisa dilihat sendiri bahwa sampai saat ini situasi di Solo masih aman,” tegas dia.

pso

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…