Selasa, 10 Agustus 2010 16:07 WIB Wonogiri Share :

Peluncuran kapal pesiar WGM kembali tertunda

Wonogiri (Espos)–Peluncuran kapal pesiar Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, yang sedianya dilakukan Selasa (10/8), kembali harus ditunda karena belum ada uji kelayakan dari instansi terkait. Uji kelayakan itu direncanakan dilakukan dalam dua pekan mendatang.

Investor sekaligus insinyur pembuat kapal pesiar WGM, Darmanto, kepada wartawan, Selasa mengungkapkan pihaknya sangat menyesal karena harus menunda lagi peluncuran kapal pesiar tersebut. Selain karena uji kelayakan yang belum dilakukan, Darmanto mengatakan pihaknya juga masih harus melakukan finishing di beberapa bagian kapal, yaitu pada sirip kemudi, pemasangan kursi penumpang serta pajangan pada bagian interior kapal.

Dia menambahkan, uji kelayakan itu sangat penting untuk menjamin keamanan kapal bagi penumpang. Kapal itu tidak akan diluncurkan jika belum dinyatakan layak oleh tim penguji dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), atau dari Kementerian Perhubungan.

“Kami berharap masyarakat maklum atas penundaan ini. Tadinya kami menargetkan kapal ini bisa diluncurkan berbarengan dengan padusan sehari menjelang Ramadan. Tapi ternyata masih ada beberapa hal yang perlu dibereskan. Salah satunya soal uji kelayakan,” jelas Darmanto.

Sejak awal, Darmanto memang menekankan faktor keamanan dan keselamatan penumpang di dalam kapal itu. Beberapa bagian kapal bahkan dibuat dari bahan khusus yang menjamin kapal bisa tetap mengambang meski ketinggian air hanya satu meter. Total biaya yang diinvestasikan untuk membuat kapal berkapasitas 50-80 penumpang ini mencapai kurang lebih Rp 500 juta.

shs

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Industri Kreatif dan Daya Saing Bangsa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (28/6/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, seorang pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Industri kreatif bangsa Indonesia terus bergerak menjadi kekuatan budaya yang mampu…