Selasa, 10 Agustus 2010 12:36 WIB Internasional Share :

Dituduh berzina, wanita hamil dicambuk & ditembak mati

Kabul–Seorang wanita yang sedang hamil di Afghanistan menemui ajal secara mengenaskan. Di depan publik, Taliban mencambuk dan menghukum mati janda tersebut karena diduga telah melakukan perzinaan.

Wakil Kepala Kepolisian Provinsi Badghis, Ghulam Mohammad Sayeedi mengatakan, wanita bernama Bibi Sanubar itu ditembak tiga kali di kepalanya.

Dikatakan Sayeedi, wanita berumur 35 tahun itu sempat ditahan selama tiga hari sebelum ditembak mati oleh seorang komandan lokal Taliban di Distrik Qadis, Provinsi Badghis dalam persidangan publik yang digelar Minggu, 8 Agustus lalu.

Taliban menuduh Sanubar melakukan hubungan tidak sah sehingga menyebabkan dirinya hamil. Sebelum ditembak mati, Sanubar dihukum dengan 200 pukulan cambuk di depan publik.

“Dia ditembak di kepala di depan publik sementara dirinya sedang hamil,” kata Sayeedi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/8).

Dikatakan Sayeedi, komandan Taliban Mohammad Yousuf melakukan eksekusi tersebut. Pria yang diduga terlibat affair dengan Sanubar tidak dihukum karena berhasil meloloskan diri.

Kepala Dewan Provinsi Badghis, Mohammad Nasir Nazaari mengkonfirmasi terjadinya eksekusi tersebut. Dikatakannya, Distrik Qadis sepenuhnya berada di bawah kendali Taliban.

Kepala Komisi HAM Independen Afghan di Afghanistan barat, Abdul Qadir Rahimi mengutuk eksekusi tersebut.

“Persidangan seperti itu tak bisa diterima dan merupakan pelanggaran HAM. Semua persidangan harus dilakukan dalam pengadilan yang sah dengan melaksanakan semua tahap peradilan,” tegas Rahimi.

Sedangkan Wakil Kepala Dewan Agama di Afghanistan barat, Mohammad Kabaabiani mencetuskan, eksekusi tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…