10dindalam
Selasa, 10 Agustus 2010 14:44 WIB News Share :

Din
Kumpulkan bukti yang cukup

Jakarta–Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengingatkan kepolisian tidak asal menuduh seseorang terlibat kejahatan terorisme. Polisi harus menunjukkan bukti kuat yang mendasari penangkapan Abu Bakar Ba’asyir.

“Jika tidak ada bukti-bukti kuat apalagi masih berdasarkan info dari pihak lain, pihak ke-tiga, maka seharusnya penegak hukum mengumpulkan bukti-bukti yang lebih kuat,” kata Din di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Selasa (10/8).

Din juga menilai bahwa pihak kepolisian seharusnya menggunakan cara-cara yang lebih arif, mempertimbangkan hal-hal yang bersifat  manusiawi saat menangkap Ba’syir. Jangan sampai, tindakan penangkapan Ba’asyir oleh kepolisian tersebut malah menyebabkan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

“Banyak kasus-kasus lain seperti koruptor, itu kan nggak langsung ditangkap, tapi dipanggil dulu, dijadikan sanksi. Tapi kasus Ba’asyir ini langsung ditahan,” gugatnya.

Secara keseluruhan, Muhammadiyah, memandang aksi terorisme sebagai musuh bersama, musuh bangsa, dan agama. Maka jika benar ada bukti kuat menyangkut keterlibatan Ba’asyir dalam aksi terorisme, maka adalah hak penegak hukum untuk menindak pelanggaran hukum.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja indukturindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…