Selasa, 10 Agustus 2010 09:48 WIB News Share :

Awal Ramadan kemungkinan serentak 11 Agustus

Jakarta–Pemerintah melalui Departemen Agama sore nanti baru akan melakukan sidang itsbat untuk menentukan awal bulan Ramadan. Meski keputusannya baru sore nanti, namun diperkirakan awal bulan Ramadan yang ditetapkan pemerintah sama dengan yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Muhammadiyah, yakni 11 Agustus.

“Jadi ini problemnya ketinggian bulan kurang dari 3 derajat. Kalau mengharuskan wujudul hilal (bulan terlihat), maka akan memutuskan Rabu besok awal Ramadan,” kata peneliti utama Astronomi-Astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin saat dihubungi, Selasa (10/8).

Tapi, karena ada juga ulama yang mengharuskan bukti rukyat (melihat) bulan secara langsung, maka mau tak mau harus tampak bulan terlebih dahulu untuk menentukan awal Ramadan.

“Sedangkan kondisi bulan masih rendah kurang dari 3 derajat. Secara astronomi rendah, cuaca kemarau basah kemungkinan banyak awan dan hujan, maka ada potensi rukyat tidak terlihat,” papar Thomas.

Nah, biasanya untuk mengatasi masalah ini, para ulama biasanya berpendapat agar digenapkan bulan sya’ban menjadi 30 hari.

“Kemungkinan akan menimbulkan pendapat bulan Syaban digenapkan 30 hari. Berarti awal Ramadan 12 Agustus,” imbuhnya.

Putusan akhirnya apakah awal Ramadan 11 atau 12 Agustus baru akan diputuskan nanti sore setelah sidang itsbat. “Tunggu saja sidang itsbat, karena dalam sidang tersebut banyak masukan dari para ulama, pakar astronomi dan ilmu falakh,” ujarnya.

Tapi, menurut Thomas, kemungkinan besar awal Ramadan akan mengarah ke tanggal 11 Agustus.

“Karena pada dasarnya ketinggian bulan meski masih rendah, tapi tetap pada kriteria yang dipakai di Indonesia, ada kemungkinan itu bisa jadi dasar untuk memutuskan awal Ramadan tanggal 11 Agustus. Tetapi tetap keputusan akhirnya pada Menag setelah mendengar berbagai pendapat,” urainya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…