Selasa, 10 Agustus 2010 08:57 WIB Karanganyar Share :

2 Siswa SD tewas di anak sungai Bengawan Solo

Kebakkramat (Espos)–Dua siswa SD tewas setelah kalap di anak sungai Bengawan Solo di Dukuh Sobayan Desa Nangsri, Kebakkramat, Senin (9/8) sore sekitar pukul 16.45 WIB. Kedua korban diidentifikasi sebagai Iam Junaedi, 7, dan Farizal Aldies Youdi, 8.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, Iam diketahui merupakan warga Dukuh Sambirejo Desa Brujul Kecamatan Jaten, sedangkan Farizal adalah warga di lingkungan Dukuh Dawung RT 03/RW I Desa Kemiri Kecamatan Kebakkaramat. Iam kali pertama ditemukan oleh petugas Proyek Bengawan Solo (PBS), Choirul Huda Safrudin, saat membersihkan gorong-gorong di anak sungai Bengawan Solo.

“Tempat kejadiannya di anak sungai Bengawan Solo di Dukuh Sobayan Desa Nangsri, Kebakkramat. Saat itu saksi pertama (Choirul Huda Safrudin-red) sedang membersihkan gorong-gorong, lalu melihat ada kepala manusia,” ungkap Kapolsek Kebakkaramat, AKP Darsono, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Edi Suroso, dikonfirmasi Espos melalui telepon genggam miliknya, Senin malam.

Kapolsek menuturkan, setelah menemukan kepala manusia, Choirul Huda meminta tolong ke petugas pembagi air di Desa Nangsri, Marno, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban pun kemudian di angkat dan seketika itu warga datang dengan berduyun-duyun untuk membantu proses evakuasi.

Dia juga menambahkan, dari keterangan warga diketahui korban Iam ternyata tidak hanya seorang diri. Sebelum ditemukan tewas di gorong-gorong anak sungai Bengawan Solo, bocah tujuh tahun itu terlihat sedang berboncengan dengan sepeda bersama seorang anak kecil lain dan menyusuri jalan di sepanjang anak sungai Bengawan Solo. Korban kedua belakangan dipastikan sebagai Farizal Aldies Youdi.

“Aldies ditemukan sekitar setengah jam kemudian setelah Iam dievakuasi. Kedua-duanya pun sudah dalam keadaan meninggal dunia ketika diangkat dari sungai. Namun sebelum itu Iam memang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Indo Sehat kebakkramat karena dikira masih dalam keadaan hidup,” imbuhnya.

Dikemukakan pula, hasil pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Kebakkramat menyebutkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan terhadap kedua korban. Jenazah keduanya pun langsung diserahkan oleh Polisi kepada keluarganya masing-masing untuk segera dilakukan proses pemakaman.

try

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…