Senin, 9 Agustus 2010 10:35 WIB News Share :

TPM akan minta klarifikasi penangkapan Ba'asyir ke Mabes Polri

Jakarta–Tim Pembela Muslim (TPM) siap mendampingi Abu Bakar Ba’asyir yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri di Banjar, Ciamis, Jawa Barat. TPM akan meminta klarifikasi alasan Ba’asyir ditangkap.

“Kita siang ini akan ke Mabes Polri jika belum ada konfirmasi. Kita juga akan arahkan tokoh masyarakat untuk meminta klarifikasi ke Polri,” kata Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan, Senin (9/8).

Michdan menduga Ba’asyir ditangkap karena kasus terorisme di Aceh. “Kita duga Ba’asyir dikaitkan dengan Aceh. Apalagi kejadian ini dekat dengan Ciwidey. Mungkin orang yang ditangkap dipaksa membawa nama Ba’asyir. Khotbah Ba’asyir juga kan sering dilarang,” papar Michdan.

Apa Ba’asyir mau dibawa ke Jakarta? “Saya belum tahu. Saya sudah kontak teman-teman di Polda Jawa Barat. Bisa jadi dia ke Bandung atau kemungkinan ke Mabes Polri,” jawab Michdan.

Ba’asyir ditangkap di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat, dalam perjalanan pulang ke Solo. Selain itu, istri Ba’asyir, Umi Aisyah Ba’asyir, dan istri Direktur Pesantren Ngruki Wahyuddin juga diamankan.

Pada Sabtu (7/8), Presiden SBY menyatakan bahwa teroris mengancam keselamatannya. “Saya dapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan, ada di antara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey,” kata SBY.

Menurut SBY, juga dilaporkan bahwa kelompok tersebut diduga merupakan bagian dari kelompok teroris. Untungnya aparat keamanan telah berhasil melakukan pencegahan.

dtc/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…