Senin, 9 Agustus 2010 17:57 WIB News Share :

Ramadan, KPID imbau televisi & radio tak tayangkan pornografi

Semarang (Espos)–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, mengimbau kepada seluruh lembaga penyiaran televisi dan radio agar dalam tayangannya mengindari adegan mengarah pornografi dan gosip.

”Lembaga penyiaran harus menghindari tayangan dan adegan dapat membangkitkan nafsu birahi seperti pakaian artis atau presenter pamer payudara maupun paha, pembicaraan mengarah mesum, dan gosip menjurus ghibah atau gunjingan” kata Divisi Pengawasan Isi Siaran KPID Jawa Tengah (Jateng) Zainal Abidin Petir di Semarang, Senin (9/8).

Lebih lanjut ia menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan kepada semua lembaga penyaiaran televisi dan radio yang mengudara di Jateng, menjaga suasana sejuk ibadah puasa.

Imbauan itu, sambung Zainal perlu disampaikan karena berdasarkan pengalaman bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya masih banyak ditemukan tayangan tak sesuai dengan semangat bulan puasa.

Ia mencontohkan artis atau presenter berpakaian minim, acara komedi atau lelucon menjelang buka puasa maupun sahur penuh dengan cemooh, makian, omongan kasar, gosip membuka aib orang lain, dan adegan-adegan kasar lainnya.

”Pengelola televisi dan radio jangan menjadikan bulan Ramadan untuk meraup keuntungan dengan program yang hanya  sekadar jaul label nuansa ramadan tapi isinya guyon kasar, pergunjingan, tanpa mengedepankan pencerahan dan penanaman nilai-nilai agama,” ujarnya.

”KPID akan memberikan sanksi tegas kepada televisi dan radio melanggar tayangan Ramadan,” tandasnya.

oto

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…