Senin, 9 Agustus 2010 19:06 WIB Solo Share :

Puluhan selter di Kawasan Manahan ditertibkan

Solo (Espos)–Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Solo menertibkan sekitar 20 selter yang berada di Kawasan Manahan Solo, Senin (9/8). Hal itu dilakukan karena keberadaan sejumlah pelaku usaha pengguna selter di kawasan itu dinilai tidak sesuai peruntukkannya.

Kepala DPP Kota Solo, Subagiyo mengemukakan langkah penertiban itu dilakukan setelah sebelumnya pihaknya melakukan investigasi dan menemukan masih banyak pedagang yang menggunakan selter untuk rumah tangga sekaligus berjualan, menyimpan barang-barang, dapur hingga kamar kecil.

“Menurut peraturannya, hal itu melanggar karena tidak digunakan sesuai fungsinya. Sehingga kami memutuskan untuk melakukan sosialisasi dan menertibkan mereka,” ungkap Subagiyo ketika dimintai konfirmasi Espos melalui Ponselnya, Senin.

Disebutkan Subagiyo, jumlah pedagang yang menggunakan selter di Kawasan Manahan ada sekitar 176 pedagang. Jenis usaha yang mereka kelola antara lain menjual makanan dan menyediakan jasa yang dimiliki pedagang tersebut. Keberadaan mereka, diakui Subagiyo, sebenarnya tidak menggangu.

“Namun, masih ada pembenahan karena mereka menggunakan selter tidak sesuai dengan fungsinya,” ungkap dia.

Ditambahkan Subagiyo, tahun ini pihaknya juga menertibkan PKL yang mangkal di empat ruas jalan utama, yakni Jl Adi Sucipto, Jl Monginsidi, Jl Urip Sumoharjo dan Jl Ronggowarsito. Penertiban itu dilaksanakan melalui program gabungan bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Rata-rata di kawasan-kawasan itu masih banyak PKL yang menggunakan selter tidak sesuai peruntukkan. Kami sudah melakukan sosialisasi dan mereka sudah bersedia membongkarnya sendiri, jadi sudah tidak ada masalah. Tetapi kalau tambahan atap memang masih kami toleransi. Itu tidak menutup kemungkinan terjadi di selter-selter lain,” tandasnya.

sry

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BANDARA KULONPROGO
Warga Terdampak Bandara Usung Barang Pekan Ini

Perpindahan warga terdampak bandara ke area relokasi dijadwalkan akhir pekan ini. Solopos.com, KULONPROGO— Perpindahan warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) secara serempak, atau yang disebut bedol desa menuju permukiman relokasi akan dimulai Sabtu (21/10/2017) akhir pekan ini. Kepala…