Senin, 9 Agustus 2010 12:46 WIB News Share :

Polri masih selidiki kaitan Ba'asyir & ancaman pada SBY

Jakarta--Mabes Polri belum mau buka mulut soal kaitan penangkapan Abu Bakar Ba’asyir dengan pernyataan Presiden SBY soal terorisme yang mengincarnya. Polri mengaku masih melakukan penyelidikan.

“Tunggu hasil penyelidikan dahulu,” kata Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi usai rapat soal elpiji 3 kg di kantor Kemenko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/8).

Tentunya, lanjut Ito, pihak penyidik tidak akan sembarang melakukan tuduhan. Bukti dan fakta harus dipegang lebih dahulu.

“Nanti akan dibahas dan fakta sedang dicari,” imbuhnya.

Ba’asyir ditangkap pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Pimpinan Ponpes Al Mukmin Ngruki itu ditangkap di daerah Banjar, Ciamis, Jabar, saat tengah melakukan safari dakwah bersama istrinya. Diduga penangkapan terkait kasus terorisme.

Pada Sabtu, Presiden SBY memberikan sinyalemen bahwa ada gerakan terorisme yang mengincar dirinya di Ciwidey.

“Saya dapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan, ada di antara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey,” kata SBY.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…