Senin, 9 Agustus 2010 09:38 WIB News Share :

Pijat massal Bantul Ekspo gagal pecahkan rekor

Bantul— Pijat massal yang digelar pada 7 Agustus 2010 atau di tengah perayaan Bantul ekspo 2010 di Pasar Seni Gabusan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta gagal pecahkan rekor.

“Pijat massal yang diharapkan dapat dicatat dalam museum rekor indonesia (MURI) sebagai pijat terlama dan terbanyak namun ternyata gagal karena terkendala teknis,” kata ketua panitia Bantul ekspo Bambang Legowo di Bantul, Senin (9/8).
Menurut dia, aksi pijat massal dalam rangka menyemarakkan Bantul Ekspo pada 31 Juli hingga 8 Agustus 2010, aksi itu dilaksanakan selama 12 jam mulai dari jam 07.00 hingga 19.00 WIB diharapkan dapat diikuti peserta sebanyak 700 orang.

“Selama pelaksanaan aksi pijat massal tidak ada yang melakukan monitoring dan pencatatan, sehingga peserta yang mengikuti tidak terhitung,” katanya.

Bambang mengatakan, kondisi itu akan menjadi bahan evaluasi panitia maupun pihak yang berkepentingan untuk lebih mempersiapkan diri di waktu yang akan datang.

“Kami berharap di waktu yang akan datang perencanaan lebih dipersiapkan dengan matang, mengingat kabupaten Bantul seringkali berhasil pecahkan rekor MURI pada perayaan Bantul Ekspo tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

ant/rif

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…