Senin, 9 Agustus 2010 16:02 WIB Wonogiri Share :

Jelang Ramadan, 10.394 botol Miras dimusnahkan

Wonogiri (Espos)–Menjelang bulan Ramadan 1431 H, Polres Wonogiri bersama Muspida, tokoh masyarakat dan tokoh agama memusnahkan 10.394 botol minuman keras (Miras) berbagai merek. Selain itu juga ditumpahkan 1.756 liter ciu dari puluhan jerigen berkapasitas 20-an liter.

Wakapolres Wonogiri Kompol H Sudarto mengatakan pemusnahan puluhan ribu botol Miras merupakan hasil operasi rutin dan Pekat selama satu semester sejak Januari 2010. “Operasi tidak akan berhenti, berjalan terus dan berkesinambungan serta 10 Agustus besok akan dimulai Operasi Cipta Kondisi dalam rangka menyambut Ramadan,” ujarnya.

Puluhan ribu botol Miras itu, di antaranya merek topi miring, anggur putih, anggur merah, dobel kiwi, newport, ciu oplosan sebanyak 442 botol. Ditegaskan oleh Wakapolres, penggunaan Miras tidak menguntungkan dan justru banyak sisi negatif.”Seperti kejadian di Salatiga dengan merengut nyawa manusia. Tindak kriminalitas, seperti perkosaan, perampasan ataupun perkelahian dipengaruhi dari minum Miras.”

Sekretaris MUI Wonogiri, Ali Yatiman meminta para Tomas dan tokoh agama tidak henti-hentinya melakukan pembinaan kepada masyarakat. Wabup Wonogiri, dr Y Sumarmo mengaku pemberantasan Miras sangat dilematis, sehingga setiap dilakukan razia masih banyak botol Miras disita.

“Razia Miras sangat dilematis, pabrik masih mengkonsumsi dan pembeli juga masih ada. Kalau pabrik ditutup, akan menimbulkan masalah ketenagakerjaan, karena itu cara efektif untuk mengurangi peredaran Miras ya, upaya menahan dan berani berkata tidak pada diri sendiri.”

Dia yang juga Ketua Badan Narkotika Daerah, mengatakan belum melakukan penelitian terkait pengguna Miras, apakah mayoritas generasi muda ataukah tidak.

tus

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…