Senin, 9 Agustus 2010 13:28 WIB News Share :

Hakim tolak eksepsi Kompol Arafat

Jakarta–Eksepsi atau nota keberatan Kompol Arafat Enanie terhadap dakwaan jaksa, ditolak hakim. Dengan penolakan ini, sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengar keterangan saksi-saksi.

“Menimbang eksepsi terdakwa telah memasuki pokok perkara dan substansi pengadilan, eksepsi ditolak. Dengan demikian, surat dakwaan harus dinyatakan sah dan dilanjutkan sebagaimana mestinya,” kata Ketua Majelis Hakim, Haswandi saat membacakan putusan sela di Pengadilan Negeri(PN) Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (9/8).

Menanggapi penolakan hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yuni Daru sedari awal memang telah yakin jika eksepsi akan ditolak. Yuni pun jauh hari telah menyiapkan saksi-saksi yang akan dihadirkan minggu depan.

“Kami yakin akan ditolak, karena semua sudah memasuki materi pemeriksaan. Ya sekarang menyiapkan saksi-saksi untuk minggu depan,” ucap Yuni Daru usai sidang.

Sejumlah saksi yang telah disiapkan yakni Alif Kuncoro, Imam Cahyo Maliki dan si pelapor Indra Pramugari. Karena saksi yang disiapkan banyak, kemungkinan sidang digelar 2 kali dalam seminggu, yakni tiap Senin dan Kamis.

Sementara itu, pengacara Arafat Enani memilih tak berkomentar atas penolakan itu. Mereka memilih bersiap menghadapi sidang berikutnya, dan meminta saksi pelapor dihadirkan terlebih dahulu.

“Karena biasanya saksi pelapor atau saksi korban dulu yang diutamakan. Itu yang kami minta,” pinta Pengacara Arafat, Edward Maruli Simanjuntak.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…