Senin, 9 Agustus 2010 19:44 WIB Klaten Share :

Gagal panen tembakau disebabkan jamur

Klaten (Espos)–Petani tembakau di wilayah Trucuk, Klaten mengalami gagal panen. Hal itu disebabkan karena tumbuhnya jamur di akar tembakau.

Pertumbuhan jamur itu sendiri dipicu karena kelembaban tanah yang tinggi akibat intensitas hujan akhir-akhir ini.

Suhardi, 40, salah seorang petani asal Desa Jatipuro, Kecamatan
Trucuk, Klaten mengaku sebanyak dua petak atau sekitar 5.000 m2
tanaman tembakau miliknya mengalami gagal panen.

Suhardi mengatakan mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta akibat gagal panen tersebut.

“Saya mulai menanam tembakau sejak Mei lalu. Masih tingginya
intensitas hujan membuat tanaman tembakau mulai layu sejak Juli hingga
sekarang tidak tersisa,” ujar Suhardi kala ditemui Espos di
sela-sela kesibukannya, Senin (9/8).

Menurut Suhardi, hampir semua petani tembakau yang memulai musim tanam pada bulan Mei mengalami gagal panen. Dia menjelaskan, sebenarnya
dirinya sudah membuat drainase untuk mengantisipasi tingginya
intensitas hujan.

Akan tetapi, kelembaban tanah masih tinggi sehingga memicu tumbuhnya jamur di akar tembakau. “Jamur di akar itu membuat tanaman menjadi layu secara bertahap,” tutur dia.

mkd

lowongan kerja
lowongan kerja sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…