Senin, 9 Agustus 2010 13:15 WIB News Share :

Bocah 4,5 tahun tewas terkena semburan api

Bogor–Nyawa seorang bocah lagi-lagi harus melayang akibat tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang bocor.

Bocah naas itu terkena semburan api dari tabung elpiji saat sedang menemani ibunya memasak di dapur rumah mereka di Kampung Cilibende, Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (9/9).

Sofi Nur Fitriani, demikian nama bocah malang tersebut. Siang tadi, sekitar pukul 11.00 WIB, dia menemani ibunya, Fitri, 30, memasak.

Murid TK tersebut duduk di samping sang bunda sambil bermain-main layaknya seorang bocah kecil.

Saat keduanya asyik dengan kesibukan masing-masing, tiba-tiba terdengar desisan keras dari tabung gas elpiji. Hal itu membuat Fitri kaget dan panik.

Tanpa pikir panjang, dia kemudian mencopot selang regulator dan kemudian membawa tabung hijau itu keluar rumah. Tapi naas, sebelum sempat dibawa keluar, api tiba-tiba menyembur dari tabung itu dan tepat mengarah ke wajah anaknya.

“Anak saya sempat terlempar beberapa meter. Dia kemudian langsung dibawa ke rumah sakit, tapi tidak tertolong,” kata Andi, suami Fitri, saat ditemui di RS PMI Bogor, Jl Raya Padjajaran, Kota Bogor, Jawa Barat.

Menurut Andi, mengetahui anaknya meninggal, istrinya sangat shock. Fitri berulangkali menjerit memanggil-manggil nama anaknya. “Setelah itu dia pingsan,” ungkap Andi.

Andi mengaku peristiwa ini membuat dirinya trauma menggunakan tabung gas elpiji 3 Kg. Dia mengatakan tidak akan menggunakan gas elpiji untuk memasak di rumah.

“Saya mendingan kembali menggunakan minyak tanah,” ujarnya lirih.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…