Senin, 9 Agustus 2010 12:57 WIB Sukoharjo Share :

Ba'asyir ditangkap, santri Ponpes tetap belajar normal

Sukoharjo (Espos)–Penangkapan pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba’asyir di Banjar, Ciamis, Jawa Barat oleh Densus 88 Polri, Senin pagi (9/8), tidak mempengaruhi proses belajar mengajar di Ponpes tersebut.

Direktur Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ngruki, Solo, Ustadz Wahyudin ketika jumpa pers dengan wartawan di Ponpes setempat, Senin, menyatakan proses belajar mengajar para santri tetap berjalan seperti biasa.

“Santri belajar dengan normal. Kegiatan berjalan seperti biasa, saya juga mengajar seperti biasa” jelas ustadz Wahyudin.

Abu Bakar Ba’asyir yang merupakan Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT), ditangkap polisi di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat, Senin pagi (9/8). Ba’asyir ditangkap dalam perjalanan pulang ke Solo bersama 4 orang lainnya, yakni istrinya, Muslihah, istri Wahyuddin, sopir dan seorang asisten sopir.

ard

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…