Minggu, 8 Agustus 2010 12:43 WIB News Share :

Warga Jombang tembaki penambang pasir liar

Jombang–Sekitar 20 warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Megaluh, Jombang, menembaki para penambang pasir di Sungai Brantas, Minggu (8/8). Berbekal senapan angin dan ketepel, warga mengusir para penambang pasir dari kawasan desa itu.

Aksi warga ini membuat para penambang pasir segera menghentikan aktivitas mereka. Perahu jenis pontoon dan mesin penyedot pasir, segera dibawa merapat ke bibir sungai yang berada di kawasan Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Bahkan, mirip sebuah peperangan, beberapa penambang pasir sempat mengibarkan kain putih tanda menyerah dan tidak menambang pasir lagi. Sejumlah penambang pasir juga terlihat menceburkan diri ke Sungai Brantas saat ditembaki warga.

“Ini bentuk kekecewaan kami, warga desa. Sebab setiap ada razia yang dilakukan petugas Satpol Pamong Praja, penambang selalu tidak beroperasi,” kata Kepala Desa Sumber Agung, Imam Hanafi, kepada wartawan di bantaran Sungai Brantas.

Meski mengusir para penambang pasir dengan senapan angin, namun Hanafi tetap meminta warganya tidak membidik tepat ke arah penambang. “Meski tidak kena, tapi para penambang pasir takut juga. Ini cukup efektif,” ujar Hanafi menambahkan.

Aksi pengusiran ini dilakukan warga, karena tanggul Sungai Brantas di Desa Sumber Agung sudah semakin kritis. Jika dasar Sungai Brantas masih tetap dikeruk, warga khawatir tanggul longsor dan akan menenggelamkan pemukiman warga sekitar.

dtc/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…