Minggu, 8 Agustus 2010 23:50 WIB Solo Share :

Relokasi, ada yang ganjil dalam perizinan

Solo (Espos)--Kasi Operasional dan Pemeliharaan (OP) Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Ruhban Ruzziatmo menilai ada yang ganjil dalam perizinan lahan relokasi warga Kentingan Baru Jebres di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Lahan relokasi bagi warga tersebut tepatnya berada di bantaran seberang timur Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

Selain menyalahi tata ruang wilayah, kondisi itu juga mengancam warga dari amukan banjir Bengawan Solo. “Ini jelas menyalahi aturan!” tegas Ruhban kepada Espos, Minggu (8/8).

Ruhban menganggap ada yang ganjil dalam perizinannya jika tanah bantaran sampai dibangun hunian. Hal itulah yang menurutnya bakal dia telisik lebih jauh ke Pemkab Karanganyar terkait IMB-nya.

“Saya akan mengecek ke Pemkab Karangnyar. Bagaimana perizinannya bisa begitu,” terangnya.

Selain ke Pemkab Karanganyar, lanjut Ruhban, pihaknya juga akan mengecek ke Pemkot Solo terkait asal muasal proses relokasi warganya.

Sebab, persoalan tanah Kentingan Baru Jebres selama ini bukan saja melibatkan antara warga dengan pemegang sertifikat. Melainkan, juga telah menggelinding ke meja Pemkot Solo.

asa

lowongan kerja
lowongan kerja CV SATRIA GRAHA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…