Minggu, 8 Agustus 2010 19:45 WIB Sragen Share :

Pencuri beraksi di SMAN 1 Gondang

Sragen (Espos)–Kawanan pencuri beraksi di SMAN 1 Gondang, Minggu (8/8) dinihari. Sebanyak 26 unit perangkat komputer berupa procesor, hardisc dan sejumlah perangkat keras di laboratorium komputer SMAN 1 Gondang ludes digondol maling.

Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa pencurian itu kali pertama diketahui Sutarjo, 53, penjaga sekolah yang tidur di ruang tata usaha (TU) sekitar 10 meter dari laboratorium komputer sekitar pukul 05.00 WIB.

Sutarjo hendak membuka pintu sempat kesulitan, lantaran pintu disegel dengan bambu dari luar oleh kawanan pencuri. Dia membangunkan teman penjaga lainnya, Taufik untuk berusaha membuka pintu.

Tak lama, akhirnya mereka berdua berhasil memuka pintu. Karena curiga, mereka melakukan pemeriksaan ruang kantor dan laboratorium komputer.

Setelah diperiksa, ternyata pintu jendela sisi barat laboratorium komputer itu sudah lepas bersama tralis besi. Mereka memeriksa ke dalam ternyata sejumlah CPU komputer raib.

Taufik yang hendak mematikan lampu di sisi barat, sekitar 100 meter dari laboratorium komputer tersentak, lantaran menemukan sejumlah CPU tertumpuk di dekat pagar sekolah.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata tinggal selongsong CPU dan isinya sudah ludes.

“Karena jelas indikasi pencurian, maka kami segera laporan ke Polsek Gondang sekitar pukul 06.00 WIB. Kami tidak mengetahui kejadian pencurian itu. Kami merasa tertidur pulang, seperti orang disirep, karena tidak mendengar apa-apa. Bangun-bangun sudah azan subuh,” tukas Sutarjo saat dijumpai Espos, di sekolahan.

trh

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…