Minggu, 8 Agustus 2010 14:56 WIB Internasional Share :

Pakistan banjir, Presiden Zardari malah melawat

Islamabad–Ketika Pakistan dilanda banjir besar, Presiden Asif Ali Zardari malah melawat ke Paris dan London. Zardari pun menuai kecaman. Banjir bandang di Pakistan kali ini, memang bukan main-main. 1.600 warga Pakistan tewas akibat bencana terburuk di republik itu sejak 80 tahun terakhir.

Banyak korban di desa-desa yang putus asa karena tidak kunjung dievakuasi, meski sebagian besar dari mereka telah diangkut menggunakan helikopter. Akibatnya, mereka pun tidak bisa lagi menahan amarahnya kepada pemerintah. “Presiden kami keluar mengunjungi negara-negara asing sementara kita tenggelam di sini. Pemerintah tidak melakukan apa-apa,” kata Anar Gul, warga Pakistan barat laut, seperti dilansir Reuters, Minggu (8/8).

“Coba lihat kondisi kami. Kami tidak punya air minum, tidak ada makanan. Kami duduk di tengah hujan. Kami tidak punya tenda,” protesnya.

Selain merenggut seribuan nyawa, banjir yang telah berlangsung hampir sepekan itu telah membawa dampak buruk terhadap 12 juta penduduk Pakistan. Banjir juga merendam areal pertanian sepanjang lebih dari 600 mil di Sindh Punjab, kota komersial terbesar di Pakistan.

Air bah juga memutus jalan antara Jammu dan Kashmir, sehingga menghambat penyaluran bantuan. Namun, Zardari agaknya masih bisa berkelit menanggapi kritik yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya, perdana menteri sudah mampu menangani krisis di Pakistan.

“Ada seorang kepala eksekutif di sana (Pakistan). Menjadi tanggung jawab perdana menteri untuk itu, dia telah memenuhi tanggung jawab,” ucap Zardari.

dtc/ tiw

lowongan kerja
lowongan kerja NUPEST CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
PPDB di Tengah Anomali Sosial

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (16/6/2017). Esai ini karya Sohidin, dosen di Universitas Sebelas Maret yang meminati isu-isu pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Alamat e-mail penulis adalah sohiddien@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online tingkat SMA/SMK…