8an-nadzirdalam
Minggu, 8 Agustus 2010 20:13 WIB News Share :

Jamaah An-Nadzir mulai berpuasa Senin besok

Jakarta–Jamaah An-Nadzir di kampung Mawang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah mulai berpuasa Ramadan pada esok hari, Senin (9/8).

Hal ini disampaikan oleh pimpinan jamaah An-Nadzir Mawang, Ustadz Lukman A Bakti yang berbincang dengan detikcom, Minggu (8/8).

Menurut Ustadz Lukman, seluruh anggota jamaah An-Nadzir di kampung Mawang sudah berniat melaksanakan sahur pada subuh nanti. Sebab, lanjut Lukman, pada esok hari para jamaah An-Nadzir sudah meyakini perpisahan bulan Sya’ban dan Ramadan.

Untuk menentukan jatuhnya 1 Ramadan, jamaah An-Nadzir yang identik dari kaum prianya dengan rambut gondrong pirang dan kaum wanitanya bercadar ini, melakukan metode pengamatan tanda-tanda alam perpindahan bulan Sya’ban ke Ramadan dengan mengukur pasang air laut tertinggi, di dua titik. Yakni di pantai Galesong Utara dan pantai di Palopo, Sulsel.

“Saat siang tadi, kami belum menyaksikan pasang tertinggi, kemungkinan pasang tertingginya pada subuh atau siang besok, jadi kami sudah yakin senin besok sudah Ramadan,” pungkas Ustadz Lukman.

Ustadz Lukman menambahkan, andaikata para jamaah An-Nadzir sudah melaksanakan ibadah puasa pada esok hari, meskipun tanda-tanda alamnya baru tampak pada siang hari, jamaah An-Nadzir menganggap hal tersebut sebagai puasa sunnah menyambut Ramadan dan bagian dari kehati-hatian jamaah An-Nadzir.

Meski demikian, Ustadz Lukman sebagai pimpinan jamaah belum mengeluarkan pengumuman resmi, sebelum tim pemantau yang ditugaskan di tepi pantai menyaksikan pasang air laut tertinggi.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja NUPEST CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO¬†— Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…