Minggu, 8 Agustus 2010 22:49 WIB Sragen Share :

Embung Desa Tunggul senilai Rp 1 M lebih mangkrak

Sragen (Espos)–Embung Randu Alas yang berada di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen, tidak berfungsi alias mangkrak. Padahal embung tersebut dibangun dengan anggaran lebih dari Rp 1 miliar (M).

Dana Rp 1 miliar lebih itu, digelontorkan dari APBD Sragen dan APBD Provinsi Jawa Tengah selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2006 senilai Rp 800 juta dan pada 2009 senilai Rp 700 juta. Informasi yang dihimpun Espos, Sabtu (7/8), embung yang ditujukan untuk membendung sungai di lokasi setempat dan diharapkan memenuhi kebutuhan air warga sekitar tersebut tidak berfungsi. Air sungai tidak terbendung, bahkan air leluasa lewat melalui celah di bagian bawah dinding embung.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sragen, Sulasto, mengaku menerima laporan dari warga setempat terkait kondisi embung yang mangkrak tersebut. Warga sekitar, atas nama Parno dan Wardi, melaporkan Embung Randu Alas tidak berfungsi. Air sungai yang seharusnya dibendung tetap megalir melalui bagian bawah dinding embung sepanjang 30 meter. “Warga di sana sebenarnya sangat berharap embung itu segera bisa berfungsi karena memang mereka membutuhkan air untuk pertanian,” ungkap Sulasto, saat dijumpai wartawan, di Gedung Dewan, Sabtu.

Di lain pihak, Kepala DPU Sragen, Marija, saat dikonfirmasi Minggu (8/8) menyangah kondisi embung mangkrak. Selama ini, dia menjelaskan, embung tetap dipakai untuk menampung air selama musim hujan. Air dalam embung digunakan untuk menyambung kebutuhan air di akhir musim tanah kedua. Saat ini, embung memang kosong, karena air yang sudah tertampung telah disalurkan. “Itu berfungsi. Untuk sekarang memang kosong karena air yang ditampung sudah disalurkan,” ujar Marija.

tsa

lowongan kerja
lowongan kerja Kantor SD Aisyiyah Gemolong, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Bung Karno dan Kebudayaan Nasional

Gagasan ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Esai ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (6/6/2017). Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@gmail.com Solopos.com, SOLO — Esai Albertus Rusputranto P.A. bertajuk Bung Karno, Lenso, Cha Cha di Harian…