Sabtu, 7 Agustus 2010 20:18 WIB Sukoharjo Share :

Tiga PSK terjaring operasi Pekat

Sukoharjo (Espos)–Tiga orang pekerja seks komersial (PSK) terjaring dalam operasi pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar petugas gabungan, Jumat (7/8) malam.

Informasi yang dihimpun, tim gabungan yang menggelar operasi Pekat terdiri dari Satpol PP, Polres, Dinas Sosial (Dinsos) serta beberapa instansi terkait. Operasi Pekat digelar di dua lokasi yaitu timur RSUD serta Jampingan Solo Baru.

Kasi Trantib Satpol PP, Sunarto menjelaskan, operasi Pekat digelar dalam rangka menyambut Ramadan. “Operasi memang kami gelar dalam rangka penegakan peraturan daerah (Perda) No 19/1995 Tentang Penanggulangan dan Pemberantasan Wanita Tuna Susila (WTS) serta menyambut Bulan Ramadan. Melalui operasi ini kami berharap bisa meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Sukoharjo sehingga kaum muslim bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan baik,” jelasnya ketika dihubungi, Sabtu (8/8).

Untuk lokasi pertama operasi, imbuh Sunarto, dijadwalkan di Jampingan Solo Baru. “Kami menduga awalnya ada kebocoran informasi mengenai operasi ini karena pada pukul 19.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB Jumat malam di Jampingan tidak membuahkan hasil,” ujarnya.

Karena tak ada hasil, Sunarto menambahkan, usai operasi di Jampingan timnya beralih menuju ke timur RSUD. Di timur RSUD inilah, tim gabungan berhasil meringkus seorang PSK bernama Wanti, 25, yang merupakan warga RT 04/RW VI Solo.

“Setelah operasi di timur RSUD selesai, kami kembali lagi menuju Jampingan, Solobaru. Dalam operasi yang kedua ini akhirnya kami menemukan dua orang PSK,” ujarnya. Kedua PSK itu adalah Sri Siswurini, 41, yang tercatat sebagai warga Taman, Madiun serta Sugiyanti, 33, warga Jatisobo, Polokarto.

Terkait dua PSK yang berhasil diringkus di Jampingan, menurut Sunarto, kemungkinan karena mereka tidak mengira operasi bakal dilanjutkan kembali di wilayah sama. “Kami mengambil keputusan kembali ke Jampingan karena para PSK di sana mangkal sampai pagi. Jadi tidak masalah kalau operasi pertama gagal, bisa dilanjutkan dengan operasi kedua,” tandasnya.

Para PSK yang berhasil diringkus, menurut Sunarto, langsung dikirim ke Panti Sosial Pajang, Solo. Tujuan mengirimkan para PSK ke Panti Sosial agar mereka mendapat pembinaan dan ketrampilan sebelum ke masyarakat.

Disinggung apakah ada operasi Pekat lagi yang akan digelar pada Ramadan tahun ini, Sunarto mengaku, belum tahu. “Operasi yang kami gelar Jumat adalah kegiatan yang kali ketiganya. Dalam satu tahun kami menjadwalkan lima operasi Pekat. Mengenai dua sisanya kami masih belum menjadwalkan akan dilaksanakan kapan,” tegasnya.

aps

lowongan kerja
lowongan kerja guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…