Sabtu, 7 Agustus 2010 13:48 WIB News Share :

Realisasi rumah aspirasi DPR rawan korupsi

Jakarta–Realisasi rumah aspirasi DPR yang dananya mencapai Rp 209 miliar per tahun terus menuai kontroversi. Salah satunya karena proyek pengadaan dan pengelolaannya kelak diyakini rawan korupsi.

“Ini DPR memperkaya diri sendiri. Mereka mencari jalan agar mendapat penghasilan tambahan dengan jalan lain,” ujar peneliti ICW, Emerson Junto, usai acara diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/8).

Emerson selama ini melihat proses pengadaan barang di DPR tidak transparan. Dia khawatir buntut dari pengadaan rumah aspirasi yang tidak transparan mengarah praktik korupsi.

“Di balik pengadaan rumah aspirasi ini sangat rawan korupsi. Angkanya terlalu besar,” terang Emerson.

Untuk itu, Emerson berharap DPR  terbuka kepada masyarakat di dalam setiap tahapan jika rencana ini direalisasikan. Rencana ini hanya bisa diteruskan jika masyarakat menyetujui.

“Dia harus melaporkan pertanggungjawaban, kita khawatir ini cuma upaya buat memperkaya diri sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat agar terpilih lagi,” tandasnya.

dtc/rif

lowongan kerja
lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…