Sabtu, 7 Agustus 2010 15:00 WIB Hukum Share :

Polisi geledah ratusan petani tembakau

Mataram–Aparat kepolisian dari Polres Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggeledah ratusan petani dan aktivis mahasiswa yang berunjuk rasa menolak konversi minyak tanah ke penggunaan batu bara untuk pengeringan tembakau virginia, Sabtu siang (7/8).

Polisi mengkhawatirkan di antara pengunjuk rasa tersebut ada yang membawa senjata tajam ketika berunjuk rasa di lapangan umum Mataram dan kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sekitar 300 orang pengunjuk rasa dari kalangan mahasiswa dan petani tembakau berunjuk rasa menolak konversi minyak tanah ke batu bara untuk pengeringan atau “omprongan” tembakau. Mereka diangkut menggunakan truk dan kendaraan pribadi menuju lokasi unjuk rasa.

Iswandi yang memimpin unjuk rasa tersebut berorasi menolak penggunaan bahan bakar batu bara, sedangkan aktivis mahasiswa dan petani lainnya membawa spanduk berisi penolakan konversi tersebut.

Dari lapangan umum Mataram mereka bergerak menuju kantor Gubernur NTB yang berjarak sekitar 150 meter, namun di lokasi tersebut sudah dijaga aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja.

Menurut Iswandi petani belum siap menggunakan bahan bakar batu bara untuk pengeringan tembakau, program konversi tersebut hanya akan merugikan mereka.

“Ambil pelajaran dari kebijakan konvesi minyak tanah ke gas sebagai pengganti bahan bakar kebutuhan rumah tangga. Banyak korban meninggal dan luka-luka akibat kompor gas tidak layak pakai,” katanya.

Unjuk rasa aktivis mahasiswa dan petani tembakau tersebut meski berjalan tertib dan damai, aparat kepolisia tetap berjaga-jaga di beberapa titik strategis dekat kantor gubernur.

ant/rif

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Berjaya/PT.Korin Berkah Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…