Sabtu, 7 Agustus 2010 12:02 WIB News Share :

Media AS
Waspadai mafia haji Indonesia

Jakarta–Sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia menjadi pengirim jamaah haji terbesar. Media AS pun menyoroti pentingnya mewaspadai mafia haji.

“Kami belum bisa membuktikan keberadaan mafia haji. Namun dengan semua indikasi ini, seakan bisa merasakannya,” papar anggota Komisi VIII DPR, Muhammad Baghowi, seperti dilansir New York Times dan dilansir inilah.com, Sabtu (7/8).

Berdasarkan media tersebut, satu dari 10 jamaah ketika musim haji tahun lalu adalah WNI. Sebanyak 1,2 juta lainnya sedang berada di daftar tunggu. Hal ini saja sudah memenuhi kuota hingga enam tahun ke depan. Hal ini berarti, dana sebesar US$2,4 miliar (Rp21,4 triliun).

Mafia haji memungkinkan para birokrat veteran dan beberapa orang pemerintah bernegosiasi untuk membuat perjanjian secara pribadi. New York Post memberitakan, birokrasi di Tanah Air siap membagi US$2,8 juta (Rp25 miliar) untuk menyogok.

Dengan travel agent dan sekutu bisnis yang menjanjikan, pemerhati korupsi menegaskan adanya kemungkinan memanfaatkan haji sebagai lahan untuk menggemukkan kantong. Korupsi adalah penyebab calon jamaah mengeluhkan akomodasi dan makanan yang dihilangkan ketika penerbangan.

rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…