Sabtu, 7 Agustus 2010 12:34 WIB News Share :

Kementerian Agama
Tidak ada mafia haji

Jakarta–Media AS menyoroti pentingnya mewaspadai mafia haji di Indonesia. Namun, Kementerian Agama menyangkal keberadaan para koruptor tersebut.

“Selalu begitu akhirnya, terbentuk opini publik bahwa korupsi besar-besaran sedang terjadi di sini. Tak ada mafia haji dan kementerian ini benar-benar bersih,” papar Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Kementerian Agama, Abdul Ghafur Djawahir, seperti dilansir New York Times dan dikutip inilah.com, Sabtu (7/8).

Untuk jadwal haji yang dijadwalkan pertengahan November, Kementerian telah menurunkan harganya US$80 atau sekitar Rp 715.000 menjadi US$3.342 atau sekitar Rp 28,5 juta jika dibandingkan tahun lalu.

Meski begitu, kelompok-kelompok antikorupsi merasa tanpa ada penggelapan atau mismanagement, biaya haji bisa diturunkan beberapa juta rupiah lagi. Menurut Indonesian Corruption Watch (ICW), korupsi terlihat dari orang pemerintah sendiri yang menikmati haji lebih murah.

Sebagai balasannya, imbuh ICW, takkan ada pertanyaan mengenai bagaimana dana US$2,4 miliar (Rp 21,4 triliun) dalam deposit ditangani pemerintah. “Untuk apa uang itu digunakan, kita takkan pernah tahu. Padahal itu uang rakyat, milik jamaah haji,” kata periset ICW, Ade Irawan, juga dalam media itu.

rif

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Utama Sinergi Persad, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Kemerdekaan Pers Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (10/7/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO–Pekan lalu, di sela-sela menghadiri seminar internasional mengenai Media Self Regulating, beberapa…