Sabtu, 7 Agustus 2010 12:56 WIB News Share :

ICW
Satgas Antimafia Hukum alat pencitraan SBY

Jakarta–Presiden SBY dinilai begitu jeli dalam melakukan politik pencitraan. Indonesia Corruption Watch (ICW) pun melontarkan tudingan kalau Satgas Pemberantasan Mafia Hukum hanyalah alat pencitraan agar SBY terlihat konsen memberantas korupsi.

“Presiden menunjukkan pencitraan terhadap konsen dia memberantas korupsi dengan membentuk Satgas,” hal ini disampaikan Peneliti ICW Emerson Yunto dalam acara polemik Trijaya FM “Satgas Memelas, Mafia Meluas” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/8).

Emerson tak masalah jika Presiden menebar pencitraan di bidang hukum. Sayangnya, pencitraan tersebut tidak diimbangi dengan ketegasan Presiden dalam penegakan hukum.

“Namun disisi lain Presiden tidak tegas terhadap institusi penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejagung,” keluh Emerson.

Akibatnya, Emerson menyampaikan, polemik di tubuh Kepolisian dan Kejaksaan Agung tak terhindarkan. Di Kepolisian, bahkan sedang didera kasus tidak sedap yakni rekening gendut milik Jenderal Polri.

“Satgas tidak perlu ada kalau Presiden tegas memecat Jaksa Agung dan mengganti Kapolri. Satgas seperti pemadam kebakaran saja yang tidak ada hasilnya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Komisi III DPR meminta Presiden membubarkan Satgas. Komisi III melihat Satgas justru mengerdilkan institusi penegak hukum.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…