Sabtu, 7 Agustus 2010 15:59 WIB Issue Share :

Debu 'Dianggap Gila' di album keempat

Jakarta— Grup musik Debu merilis album teranyarnya menjelang bulan Ramadan ini. Debu yang para personelnya merupakan warga asing itu mengeluarkan album keempat mereka, ‘Dianggap Gila’.

Mustafa Ibn Daood, sang vokalis, mengungkapkan mengapa judul album terbaru Debu ‘Dianggap Gila.’ “Orang langsung dengar dan langsung penasaran. Sebenarnya isinya tentang dzikir seseorang kepada Allah,” jelas Mustafa saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat malam (6/8).

Debu yang identik dengan musik padang pasir itu mencoba menyampaikan pesan cinta di setiap album yang mereka rilis. Menurut Mustafa, ia dan teman-temannya di Debu ingin musik mereka bisa didengar semua kalangan.

“Lagu Debu bisa mengobati patah hati, buat sabar dan buat hati nyaman,” katanya.

Mustafa pun menceritakan salah satu pengalaman unik Debu. Katanya, Debu yang mengusung lagu Islami itu pernah main di suatu klub malam di Makasar.

“Kita bilang oke, asal kita main jangan ada yang minum-minuman keras. Besoknya pemilik kafe itu email saya. Dia bilang baru tadi malam merasa dekat dengan yang Di Atas,” kisahnya.

dtc/rif

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…