Jumat, 6 Agustus 2010 18:15 WIB Sragen Share :

Talut dan jalan penghubung dukuh retak

Sragen (Espos)-– Talut dan jalan yang menghubungkan  Dukuh Bendo dan Dukuh Sampang, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen dalam kondisi retak dan rusak.

Padahal, proyek jalan dan jembatan yang menghubungkan dua dukuh itu merupakan proyek tahun 2009 hingga Agustus 2010 belum sempat diresmikan.

Berdasarkan plakat proyek pembangunan betonisasi jalan dilakukan sepanjang 2,4 km dengan lebar emapt meter. Proyek jalan tersebut menghabiskan anggaran sampai Rp 599,8 juta yang bersumber dari APBN tahun 2009. Sedangkan nilai proyek jembatan belum diketahui, karena tidak ditemukan papan proyek dan prasasti.

Warga Bendo RT 12/RW V, Paimin, 60, saat ditemui Espos, Jumat (6/8), menerangkan, jembatan itu hampir roboh terkena banjir beberapa waktu lalu.

Namun setelah dilakukan pengecekan petugas, kata dia, akhirnya jembatan itu dibangun pemerintah pada tahun 2009 hingga akhir tahun 2009 lalu. Menurut dia, proyek jalan dan jembatan itu hingga sekarang belum diresmikan.

trh

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…