paranggupito
Jumat, 6 Agustus 2010 17:36 WIB Wonogiri Share :

Stok air bersih di Paranggupito menipis

Wonogiri (Espos)–Persediaan air bersih untuk warga di Kecamatan Paranggupito menjelang musim kemarau 2010 ini mulai menipis. Persediaan air itu diperkirakan hanya cukup untuk satu bulan ke depan.

Terkait itu, pemerintah kecamatan setempat mendesak pemerintah maupun pihak ketiga memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat. Selain itu juga diharapkan segera ada bantuan dana dari pemerintah pusat untuk pemanfaatan sumber mata air Banyutowo, yang ada di Desa Paranggupito.

Camat Paranggupito, Sariman, kepada wartawan Jumat (6/8) mengungkapkan pekan lalu pihaknya sudah melakukan presentasi di Gedung DPR RI terkait pengajuan dana senilai Rp 21 miliar untuk pemanfaatan sumber mata air tersebut. Dia berharap pengajuan bantuan dana itu bisa dikabulkan, sebab potensi sumber mata air Banyutowo sangat besar.

“Paranggupito ini sebenarnya memiliki sumber air yang melimpah. Salah satunya yang paling besar adalah mata air Banyutowo di Desa Paranggupito. Namun, sampai sekarang, kalau musim kemarau masyarakat kami masih mengalami kekurangan air bersih, karena mata air yang ada itu belum bisa dimanfaatkan,” jelas Sariman.

Dia melanjutkan, sumber mata air Banyutowo memiliki debit sampai 900 meter kubik (m3) per detik. Namun, sebagian besar air itu terbuang percuma ke laut karena belum ada alat untuk memanfaatkannya.

Hal itu sangat disayangkan, sebab dengan debit mencapai 900 m2/detik, sumber mata air Banyutowo bisa memenuhi kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Kecamatan Paranggupito, bahkan bisa dibagi ke kecamatan lain seperti Pracimantoro dan Giritontro.

“Masyarakat di sini kalau musim kemarau selalu kekurangan air bersih. Termasuk menjelang musim kemarau ini, persediaan air bersih di wilayah ini tinggal sedikit. Paling hanya bisa bertahan satu bulan ke depan. Biasanya saat musim kemarau kami mendapat bantuan air bersih dari pihak ketiga,” terangnya.

shs

lowongan kerja
lowongan kerja PT SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…