Jumat, 6 Agustus 2010 19:17 WIB Pendidikan Share :

Mahalnya operasional TI jadi penghambat perkembangan perpustakaan

Solo (Espos)--Mahalnya operasional teknologi informasi (TI)  menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan perpustakaan menuju era milenium tiga.

Hingga kini, ratusan ribu sekolah dari mulai tingkat SD, SMP hingga SMA dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia belum tersentuh jaringan internet alias online.

Beberapa faktor menjadi penghambat perkembangan perpustakaan di dunia pendidikan. Di antaranya adalah mahalnya operasional teknologi informasi (TI), rendahnya kemampuan dan kemauan untuk berinformasi serta rendahnya kompetensi pustakawan dalam bidang TI.

Demikian disampaikan Kepala UPT Perpustakaan Unika Semarang FA Wiranto SH SIP dalam seminar “Teknologi Informasi untuk Perpustakaan Era Milenium III” di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Rabu (4/8).

Dia menerangkan selama ini operasional TI membutuhkan komputer dan sambungan internet yang relatif mahal bagi sebagian sekolah di daerah pedesaan. Kendati tahun 2007 Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sudah memberikan akses 10.000 SMA/SMK, bahkan SD dan SMP yang mulai online.

Perguruan tinggi negeri juga seluruhnya juga online dengan jejaring pendidikan nasional (Jardiknas) dan lebih 100 PTS sudah online.

Namun jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan sekolah yang ada. Di mana untuk SD sebanyak 165.167, SMP/MTs 39.160, SMA/SMK/MA 22.383 dan 3.226 PTN/PTS dan PT di bawah Departemen Agama (Depag).

isw

lowongan kerja
lowongan kerja Sumber baru rejeki, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Kemerdekaan Pers Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (10/7/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO–Pekan lalu, di sela-sela menghadiri seminar internasional mengenai Media Self Regulating, beberapa…