Jumat, 6 Agustus 2010 17:15 WIB News Share :

Kunjungan wisatawan Australia ke Bali meningkat 53,89 persen

Denpasar--Wisatawan Australia yang menikmati keindahan Bali terus mengalami peningkatan.

Pada semester pertama tahun 2010, warga Aussie yang bertandang ke Pulau Dewata meningkat 53,89 persen dibandingkan tahun 2009.

“Kondisi itu menempatkan Australia pada urutan teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu di kantornya, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Jumat (6/8).

Ia mengatakan wisatawan Aussie yang ke Bali sebanyak 278.049 orang selama semester pertama 2010, lebih tinggi dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 180.686 orang.

Wisnu mengatakan warga Aussie ke Bali mayorita melalui Bandara Ngurah Rai langsung terbang dari negaranya. Sedangkan sebanyak 5.958 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Jumlah total wisatawan mancanegara yang berliburan ke Bali sebanyak 1.180.118 orang selama enam bulan, periode Januari-Juni 2010.

Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 10,23 persen dibanding periode yang sama 2009 tercatat 1.070.595 orang. Australia  memberikan kontribusi sebesar 23,56 persen.

Sementara itu, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisatawan ke Bali, sebanyak enam negara mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan empat negara mengalami penurunan.

Keenam negara yang kunjungannya meningkat, yaitu Australia, China sebanyak 0,33 persen, Taiwan 13,10 persen, Singapura 55,36 persen, Inggris 2,19 persen, Belanda 40,53 persen.

Sedangkan empat negara yang mengalami penurunan, yaitu Malaysia 6,23 persen, Korea Selatan 5,81 persen, dan Prancis 7,67 persen, Jepang sebesar 22,29 persen.

dtc/nad

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Defisit, Utang, dan Pertumbuhan

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (13/7/2017). Esai ini karya Muhammad Husein Heikal, peneliti di Economic Action (EconAct) Indonesia. Alamat e-mail penulis adalah huseinheikal@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Defisit anggaran diperlebar, utang luar negeri ditambah, maka pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak. Begitulah yang bisa…