Jumat, 6 Agustus 2010 17:23 WIB Karanganyar Share :

Komisi III soroti proyek jalan di Jatipuro

Karanganyar (Espos)–Komisi III DPRD Karanganyar menyoroti proyek perbaikan jalan di jalur Jatipuro – Klerong yang dilakukan dengan proses betonisasi. Ketinggian bahu jalan terhadap permukaan tanah di sekelilingnya yang terlalu curam dinilai membahayakan.

Ketua Komisi III DPRD Karanganyar, Suwanto, kepada wartawan menjelaskan adanya temuan tersebut dalam kunjungan kerja (Kunker) yang dilakukan ke lokasi, belum lama ini. Dia mengatakan, selisih ketinggian antara bahu jalan dan permukaan tanah di titik perbaikan sepanjang 200 meter lebih bahkan diperkirakan mencapai sekitar 20 centimeter (cm).

“Kami menilai kondisi seperti itu membahayakan. Terlebih ketika dua kendaraan dari arah berlawanan bertemu di lokasi yang sama, salah satunya harus mengalah dan turun dari lapisan jalan yang dibeton. Karena itu harus dibenahi,” ungkap anggota Dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) ini di sela-sela kesibukannya di kompleks DPRD, Jumat (6/8).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU Kabupaten Karanganyar, Sanitiyoso, tidak membantah adanya kekurangan pada proyek perbaikan jalan di jalur Jatipuro – Klerong. Tetapi menurutnya hal itu saat ini sudah dalam penanganan dan diperkirakan bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini agar jalan bisa segera dimanfaatkan secara penuh.

“Itu sedang dalam penanganan, nanti di sekitar bahu jalan di lokasi betonisasi akan ditimbun material, sehingga kemiringannya tidak terlalu curam dan tak membahayakan para pengguna jalan,” ujarnya ketika dihubungi Espos melalui telepon genggam miliknya, kemarin.

try

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menggali Keluhuran Ajaran Leluhur

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Al. Waryono, guru di SMKN 2 Klaten yang merupakan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung. Alamat e-mail penulis adalah al.waryono62@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Orang Barat (Eropa) berusaha menaklukkan alam dengan kepandaian…