Jumat, 6 Agustus 2010 21:00 WIB Sragen Share :

Kesehatan warga Tanon diawasi ketat

Sragen (Espos)--Jajaran Puskesmas I  dan II Tanon yang membawahi wilayah Kecamatan Tanon melakukan pemantauan ketat terhadap belasan warga di Desa Ketro dan Dea Tanon.

Pengawasan itu dilakukan menyusul adanya dugaan wabah penyakit ternak menjangkiti warga di desa tersebut.

Belasan orang itu adalah warga yang terlibat dalam penanganan hewan ternak yang terserang penyakit. Mereka tersebar di Dukuh Tegalsari dan Dukuh Glonggongan, Desa Ketro sebanyak 10 orang, dan Dukuh Bangle, Desa Tanon sekitar delapan orang.

Sepuluh orang di Desa Ketro, dampak penyakit ternak sampai membuat kulit luka seperti koreng. Sedangkan delapan orang di Desa Tanon tidak mengalami gejala serupa.

Pihak Puskesmas I Tanon dan Puskesmas II Tanon saat ini terus melakukan pemantauan dan pengobatan berupa antibiotik dan vitamin.

Kepala Puskesmas I Tanon, dr Windu Nugroho, yang membawahi wilayah Desa Tanon, mengatakan delapan orang diketahui ikut menangani seekor ternak sapi dan seekor kambing yang mati beberapa pekan lalu.

“Ada delapan orang, tapi tidak menunjukkan gejala luka di kulit. Mereka terus kami pantau, kami beri vitamin dan penyuluhan agar selalu menjaga kesehatan tubuh,” papar Windu, saat dijumpai <I>Espos<I>, di ruang kerjanya, Jumat (5/8).

tsa

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…