Jumat, 6 Agustus 2010 09:44 WIB News Share :

Golkar juga gunakan Kantor Parpol sebagai rumah aspirasi

Jakarta–Setelah Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR pun menolak rencana pembangunan rumah aspirasi anggota DPR yang memakan biaya Rp 209 miliar per tahun. Pimpinan partai beringin ini menginstruksikan agar anggota DPR dari FPG menggunakan kantor Parpol sebagai rumah aspirasi.

“Kami menolak rencana pembagunan rumah aspirasi. Alasannya adalah kita mendorong anggota DPR dari FPG menggunakan kantor partai di daerah untuk dijadikan rumah aspirasi,” terang Priyo, Kamis (5/8).

Priyo menyampaikan agar anggota DPR tidak terus mengambil kebijakan yang justru menuai protes masyarakat. Kesan yang timbul justru anggota DPR malas dan hanya memikirkan dirinya sendiri.

“Saya melihat protes keras dari masyarakat tidak bisa begitu saja kita abaikan,” terang politisi senior Golkar yang baru saja terpilih menjadi Ketua MKGR ini.

Priyo menjelaskan bahwa DPP Partai Golkar sudah mempersilahkan anggota DPR dari FPG untuk menggunakan kantor parpol sebagai rumah aspirasinya.

“Kami mempersilakan dan kemudian menguinstuksikan kepada anggota kami untuk segera mempergunakannya sebagai rumah aspirasi,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan Golkar mendukung pembangunan rumah aspirasi. Namun demikian pembangunan rumah aspirasi DPR yang memakan anggaran Rp 209 miliar per tahun, atau Rp 374 juta per anggota DPR ini terus menuai protes keras karena ternyata tatib DPR tidak mewajibkan realisasi usul kontroversial ini.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…