Jumat, 6 Agustus 2010 10:13 WIB News Share :

Diduga tabung gas bocor, balai desa terbakar

Bojonegoro–Kebakaran akibat elpiji ukuran 3 kilogram kembali terjadi di Bojonegoro. Kali ini tabung berwarna hijau itu menghanguskan gudang dan ruang PKK Balai Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Peristiwa itu terjadi pada pukul 07.30 WIB, Jumat (6/8).

Peristiwa itu diketahui langsung Kepala Desa (Kades) Sukowati, Sidik. Saat itu, Kades dan beberapa anak buahnya sedang memasang spanduk dalam rangka HUT RI di sekitar Balai Desa.

“Tiba-tiba, kami melihat asap mengepul yang keluar dari ruang PKK. Seketika itu, kami langsung mendobrak pintunya yang tertutup untuk melakukan pemadaman,” kata Sidik di lokasi kejadian.

Saat berhasil masuk, tabung elpiji ukuran 3 kilo yang ditaruh di atas mimbar dari kayu dan ditumpuki spanduk tampak terbakar di dalam. Karena api masih belum terlalu besar, petugas berhasil mengangkat tabung dan spanduk yang terbakar itu keluar dari ruangan.

Sementara mimbar dan sejumlah banner yang berada di dalam ruangan tembok berukuran sekitar 6×3 meter itu sudah hangus terbakar. “Untungnya api belum terlalu besar. Saat baru membakar spanduk dan menghanguskan mimbar dan semua dinding dalam ruangan, kita berhasil melakukan pemadaman,” tuturnya.

Menurut Sidik, tabung elpiji yang berada di dalam gudang tersebut dalam keadaan kosong. Selain itu, tabung elpiji juga tidak dalam kondisi terpasang regulator dan kompor.

“Saya juga bingung. Soalnya, tabung dalam keadaan kosong dan terlepas dari regulator. Tapi sampai terjadai seperti ini,” ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Sampai saat ini, patugas yang tiba di lokasi masih melakukan serangkaian pemeriksaan.

Termasuk tabung elpiji yang diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran juga sudah diamankan petugas. Puluhan warga sekitar juga tampak berkerumun di sekitar lokasi untuk menyaksikan secara langsung peristiwa ini.

dtc/ tiw

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Utama Sinergi Persad, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…