Jumat, 6 Agustus 2010 21:06 WIB News Share :

AJI berharap jurnalisme semakin bermutu

Jakarta--Malam ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengadakan malam resepsi ulang tahunnya yang ke-16. Di usianya yang ke-16 ini AJI berharap dunia jurnalistik Indonesia semakin bermutu di tengah perkembangan teknologi saat ini.

“Jurnalisme yang bermutu adalah kekal dan tidak bisa berubah. Jurnalisme bermutu adalah jurnalis yang selalu berpihak pada publik,” kata Ketua AJI, Nezar Patria, dalam sambutannya.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini, diadakan di Gedung Usmar Ismail, Jl Rasuna Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/8). Dalam kesempatan ini Wakil Presiden Boediono menyempatkan diri untuk hadir. Boediono yang mengenakan baju batik biru, hadir pukul 19.45 WIB tanpa didamping istrinya.

Dalam sambutannya Nezar juga mengatakan, meskipun kemerdekaan pers sudah di tangan para jurnalis, tetap saja banyak hak-hak yang dibatasi dalam praktiknya.

“Ada dua hal yang belum menunjukkan kebebasan pers di Tanah Air ini. Pertama, masih adanya peraturan hukum yang sering digunakan untuk menjerat kegiatan jurnalistik, kemudian yang kedua praktek kekerasan masih terjadi pada jurnalis,” jelas dia.

Dia menambahkan, saat ini kemjuan teknologi juga berdampak pada perkembangan dunia pers. Contohnya di dunia internet seperti dengan hadirnya twitter dan facebook, yang awalnya hanya merupakan jejaring sosila kini  mulai menjadi sarana memperoleh berbagai informasi.

Maka dari itu dia berharap,¬† di ulangtahun ke 16 ini, AJI tetap menjadi wadah untuk melindungi kebebasan pers ke depan. “Semoga AJI tetap menjadi aliansi yang memperjuangkan semangat kebebasan pers,” tutup dia.

Selain wapres Boediono, acara ini juga dihadiri oleh budayawan Goenawan Mohammad, Ketua KPI, Dadang Rahmat, Komnas HAM, Aliansi TV Swasta Indonesia, Kedutaan Besar Australia, presenter Rosliana Silalahi serta anggota DPR, Ramadhan Pohan.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…