Jumat, 6 Agustus 2010 16:16 WIB Sukoharjo Share :

34% Gakin tak miliki jamban

Sukoharjo (Espos)–Sebanyak 75.605 keluarga atau 34% dari total 211.209 keluarga di Kota Makmur belum memiliki jamban. Jumlah tersebut adalah hasil pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) yang digunakan sebagai acuan pemberian stimulan bantuan jamban untuk 107 keluarga pada tahun ini.

Tiga kecamatan yaitu Bulu,  Polokarto serta Gatak tercatat sebagai daerah dengan sanitasi terburuk lantaran banyak keluarga di sana yang belum memiliki jamban berdasarkan data tersebut.Kasi Penyehatan Lingkungan DKK, Suyadi mengatakan, sampai saat ini untuk kepemilikan jamban
keluarga memang masih terbatas.

Banyak keluarga di Sukoharjo utamanya yang statusnya keluarga miskin belum memiliki jamban pribadi. “Kalau daerahnya masuk perkotaan memang warganya biasa mengandalkan jamban umum. Namun kalau di pedesaan seperti di sini (Sukoharjo-red), mereka mengandalkan parit dan sungai untuk membuang kotoran. Jadi bukan WC umum,” terang Suyadi ketika dijumpai Kamis (5/8).

Sebelumnya, Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan DKK, Rustiningsih menjelaskan,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah memberi bantuan jamban kepada 107 keluarga. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk material berupa pasir, semen, dan kloset jongkok. Dengan adanya bantuan jamban gratis, Rustininingsih menambahkan, pihaknya berharap bisa membantu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga terutama Gakin.

aps

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…