Kamis, 5 Agustus 2010 18:02 WIB News Share :

Tolak SPBE, warga Pamot tahlilan untuk Walikota Salatiga

Salatiga (Espos)–Puluhan warga Dusun Pamot, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo kembali melakukan aksi demonstrasi menolak pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Capital Realm Indonesia (CRI) di wilayah mereka, Kamis (5/8). Kali ini demo digelar di Kantor Walikota dan Gedung DPRD Salatiga.

Sayangnya, aski yang berjalan sekitar setengah jam sejak pukul 13.30 WIB ini tak mendapat tanggapan baik dari Walikota John Manuel Manoppo maupun perwakilan DPRD. Walikota saat itu sedang tidak berada di kantor, begitu pula dengan anggota Dewan yang sebagian besar telah pulang.

Sambil membawa banyak spanduk berisi kecaman terhadap walikota dan keranda mayat duduk di depan Kantor Walikota, mereka tak melakukan orasi. Puluhan warga, dipimpin salah satu tokoh masyarakat setempat, Mbah Karli, justru mengumandangkan shalawat dan membaca  surat yasin dan tahlil seperti yang biasa mereka lakukan saat melayat.

Koordinator Forum Kerukunan Masyarakat Pamot, M Nas’ad, yang ikut dalam aksi tersebut menyatakan warga sudah tak lagi menginginkan kompensasi maupun negosiasi menyangkut keberadaan SPBE berkapastitas 50 ton tersebut. Ia mengatakan warga menginginkan agar SPBE yang belum beroperasi itu ditutup.

“Kami udah menutup pintu negosiasi. Kami hanya ingin SPBE tidak berada di wilayah kami,” tukasnya.

Ditemui di Hotel Grand Wahid Salatiga, Walikota John Manuel Manoppo mengaku tak menghiraukan aksi warga tersebut. Ia menganggap pihaknya yang menolak keberadaan SPBE tersebut bukanlah warga yang tinggal di sekitar SPBE.

“Yang demo itu (maunya) bagaimana? Yang demo itu bukan orang sekitar situ (SPBE) kok, dari Solo kali. Kalau begitu kan kacau,” ujarnya.

Ia menyatakan tetap akan mempertahankan keberadaan SPBE karena proses pembangunannya sudah sesuai prosedur.

kha

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…